Cara DHIS Primary Atasi Kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh

decor-big-white.png

Cara DHIS Primary Atasi Kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh

Kegiatan belajar mengajar di awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 di Kota Bandung kembali dilaksanakan secara daring. Hal itu imbas belum diperkenankannya pembelajaran tatap muka di sekolah imbas masih merebaknya virus corona.

Kondisi ini pun, berdampak pada terganggunya psikologis dari para peserta didik. Mereka jenuh belajar di rumah karena tidak ada interaksi sosial secara langsung dengan teman sebaya, hingga menurunnya minat belajar.

Bahkan, gangguan psikologis pun dirasakan oleh para guru hingga para orang tua murid. 

Hal inilah yang coba disikapi oleh Darul Hikam Integrated School (DHIS) Primary. Mereka mencari solusi untuk mengatasi kejenuhan dan penurunan semangat belajar para siswa melalui metode strategi belajar yang menyenangkan guna meningkatkan minat belajar anak di rumah.

"Meskipun memiliki dampak psikologis bagi anak untuk terus PJJ (pembelajaran jarak jauh) secara daring, tapi pada prinsipnya kami mendukung kebijakan pemerintah. Karena wabah Covid-19 ini mengancam serius keselamatan bukan hanya kesehatan dari anak-anak," ujar psikolog DHIS Primary Yemima Irawanti saat dihubungi melalui telepon, Senin (11/1/2021).

Yemima mengatakan, untuk mengatasi persoalan psikologis anak terhadap minat belajar, maka di setiap tengah semester, pihaknya selalu menggelar kelas motivasi yang disampaikan bukan hanya bagi para murid tapi juga bagi para orang tuanya. Upaya ini dilakukan untuk memberikan arahan sekaligus solusi membangkitkan semangat anak, melalui strategi belajar yang tidak membosankan.

"Salah satu yang bisa di lakukan para orang tua adalah mengubah suasana tempat belajar hingga mengkombinasikan rutinitas jadwal belajar daring di rumah. Misalnya hari ini, dia (anak) belajar di kamarnya, besok di teras rumah, lusa atau minggu depannya di kamar mama-papanya, dan begitu seterusnya, sehingga tercipta sebuah setting suasana belajar yang berbeda-beda," ucapnya.

Selain upaya dari para orang tua tersebut, para pendidik pun menerapkan pola ritme jeda dari durasi belajar anak yang bertujuan anak tidak merasa jenuh dan lelah. Adapun pola strategi jeda, dilakukan 

selama 5-10 menit dalam setiap durasi 30 menit proses berlangsungnya KBM.

Di masa jeda tersebut, anak-anak selain diminta untuk mematikan layar komputer atau gawai yang mereka gunakan untuk belajar daring, juga diarahkan untuk keluar kamar dan melihat suatu benda yang jauh atau tanaman hijau yang terdapat di pekarangan rumahnya sebagai upaya penyegaran mata.

"Termasuk, kami pun ajarkan mereka untuk melakukan gerakan peregangan otot atau stretching secara singkat namun efektif untuk mengembalikan kebugaran tubuh mereka. Setelah stretching kami pun arahkan mereka untuk misalnya mencuci muka atau bermain sejenak bersama anggota keluarga lainnya," ujar Yemima.

Setelah kembali bersiap untuk memulai KBM, sebelum berlanjut pada penyampaian materi pembelajaran, anak-anak pun diajak untuk melakukan ice breaking. Ada sebuah kompetisi menjawab teka-teki kuis sederhana, namun atraktif dan menyenangkan yang diberikan dalam tayangan multimedia.

"Teka-teki yang di berikan pun relevan dengan bab materi yang sedang mereka pelajari, misal tentang cuaca, bagaimana hujan dapat terbentuk, dan lain sebagainya. Mereka diajak berlomba dengan teman sekelasnya untuk menjadi yang terbaik dalam menjawab soal melalui pilihan ganda yang tertera dalam layar gadgetnya. Jawaban tersebut, akan diakumulasikan di akhir dan mendapatkan apresiasi bagi sang juara sebagai pengumpul poin jawaban terbanyak," ucapnya.

Karena dalam pola pembelajaran daring, selain metode pengajaran menarik yang diberikan oleh para guru, tetapi juga peran orang tua menjadi sangat penting untuk dapat memotivasi belajar anak.

Maka orang tua atau anggota keluarga lainnya, diharapkan senantiasa mendampingi atau minimal berada di ruangan yang sama untuk mendengarkan saat anak tersebut belajar. 

Hal ini, disamping sebagai upaya pengawasan dan dukungan moril, tetapi orang tua pun dapat memahami dan mencoba mengulas kembali materi pelajaran yang telah disampaikan melalui pola pendekatannya masing-masing. Salah satunya dengan membantu membuat tugas kreativitas sederhana secara bersama-sama.

Dengan demikian, pemahaman dan motivasi belajar, hingga hubungan emosional orang tua dan anak semakin meningkat.

"Oleh karena itu, kami berharap saat KBM berlangsung para orangtua atau anggota keluarga lainnya ikut terlibat, baik langsung masuk dalam kelas Zoom anak, maupun tidak langsung, agar selain meningkatkan pemahaman materi dan motivasi belajar, tapi juga mempererat hubungan keluarga," katanya. (*)


Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Cara DHIS Primary Atasi Kejenuhan Sekaligus Meningkatkan Motivasi Siswa dalam PJJ, https://jabar.tribunnews.com/2021/01/12/cara-dhis-primary-atasi-kejenuhan-sekaligus-meningkatkan-motivasi-siswa-dalam-pjj.

Penulis: Cipta Permana

Editor: Giri 


Photo by Gabby K from Pexels


Comments

    No Comments

Add Comment

Profile

... Darul Hikam Integrated School is established to give the enlightment (tanweer) through Tarbiyah (education) and ...

Subscribe

Video

Recent Events

No recent event