DHIS Primary Menggelar Hafalan Alquran via Online

decor-big-white.png

DHIS Primary Menggelar Hafalan Alquran via Online

Belum berakhirnya situasi pandemi di Kota Bandung, turut memaksa ratusan murid mulai dari jenjang kelas satu hingga enam di Darul Hikam Integrated School (DHIS) Primary untuk menggelar progam Al-Quran Camp secara daring.

Program yang merupakan materi wajib bagi seluruh murid di setiap semester tersebut, merupakan upaya peningkatan kualitas membaca Al-Quran secara tepat dan benar yang sesuai dengan kaidah sunnah Rasulullah, serta tercapainya target hafalan dari seluruh siswa DHIS Primary.

"Karena situasi pandemi covid-19 dan belum diperbolehkannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat di Kota Bandung, maka kami memilih untuk menggelar pengajaran peningkatan kualitas baca dan hafalan Al-Quran dalam program Al-Quran Camp kali ini secara daring, yang tahun-tahun sebelumnya selalu di sekolah," ujar Kepala DHIS Primary, Siti Saadah saat dihubungi melalui telepon, Selasa (29/9/2020).

Siti menjelaskan, kegiatan Al-Quran Camp yang digelar sejak 28-30 September tersebut, mengambil tema 'Ikhlas dan sabar sebagai implementasi dari karakter taqwa dalam meningkatkan kualitas tahsin dan tahfidz'.

Menurutnya, pemilihan tema kegiatan itu pun bukan tanpa alasan, pasalnya di tengah situasi yang penuh keterbatasan ini, maka proses pengajaran Al-quran harus dilalui dengan ikhlas dan sabar, baik bagi para peserta didik dan tenaga pendidik, termasuk para orangtua murid yang senantiasa harus pula membimbing implementasi dari kegiatan tersebut di rumahnya masing-masing.

"Alhamdulillah meskipun harus dilakukan di tengah situasi seperti ini, tapi respon dan antusias dari anak-anak juga para orangtuanya dalam meningkatkan kualitas membaca dan menghafal Al-quran ini sangat besar sekali. Apalagi proses kegiatan pembelajaran telah dimulai hampir enam bulan lalu, sehingga anak-anak pun tampaknya sudah terbiasa untuk mengikuti pembelajaran secara daring," ucapnya.

Siti menjelaskan, secara teknis, Alquran Camp ini diikuti oleh 280 siswa dan 26 guru yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil. Meski digelar secara daring, namun pihaknya tetap menerapkan standar pelaksanaan sesuai dengan silabus dan rencana pembelajaran baku seperti halnya saat digelar secara tatap muka, misalnya mengenakan pakaian muslim dan total durasi kegiatan, hampir sepuluh jam selama tiga hari pelaksanaan.

"Selama Al-quran camp ini murni hanya pembelajaran Al-quran saja yang disampaikan, sehingga tidak ada materi dari mata pelajaran lain yang disampaikan selama tiga hari ini. Hal tersebut kami lakukan, agar anak-anak fokus dan tidak membebani pikiran mereka dengan hal lain di luar Al-Quran, demi tercapainya target lancar bacaan dan hafalan dua juz bagi setiap anak," ujar Siti.

Dirinya pun berharap, melalui program kegiatan ini selain menjadikan anak-anak lancar dalam membaca dan menghafal Al-quran secara tepat dan benar tetapi juga menumbuhkan karakter membumikan Al-quran, dengan menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidup.

"Mudah-mudahan dengan terus memperkuat bacaan dan hafalan Al-quran, bukan hanya membuat mereka fasih dan lancar dalam membaca tapi juga memahami isi yang terkandung dari setiap bacaan, bahkan menjadi bekal serta pedoman hidup kelak mereka saat dewasa hingga sepanjang hayat nanti," katanya.

Sumber: https://jabar.tribunnews.com

Comments

    No Comments

Add Comment

Profile

... Darul Hikam Integrated School is established to give the enlightment (tanweer) through Tarbiyah (education) and ...

Subscribe

Video

Recent Events

No recent event