Kajian Ramadhan - Manusia Istimewa Hasil Didikan Shaum

decor-big-white.png

Kajian Ramadhan - Manusia Istimewa Hasil Didikan Shaum

Peduli

Sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah SWT, seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki sikap atau naluri kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Sikap ini disebut altruisme yang berkebalikan dengan sifat egois yang lebih mementingkan diri sendiri.

Pribadi dengan sikap tulus tanpa pamrih biasanya selalu mendapat tempat istimewa di mana pun dia berada. Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu jalan untuk mengasah kepedulian kita terhadap sesama dan membentuk kita menjadi pribadi istimewa di tengah masyarakat.

Sabar

Sering orang bilang, "sudah habis kesabaranku" atau "sabar itu ada batasnya". Benarkah sabar ada batasnya? Jawabannya adalah sabar tidak ada batasnya. Manusia sendirilah yang membuat batasan itu. Adakalanya kita tersulut emosi, tapi cobalah imbangi dengan pikiran positif dan tetap tenang. Yakinlah bahwa pribadi yang sabar memiliki keistimewaan dan keunggulan di mata Allah SWT dan orang lain. Shaum itu secara eksplisit menjadikan manusia yang sabar. Sabar dalam keadaan normal itu biasa. Sabar dalam keadaan saum itu luar biasa. Sabar dalam keadaan kenyang itu biasa, sabar dalam keadaan lapar dan haus itu luar biasa. Insya Allah, sabar yang dibentuk dalam keadaan berpuasa akan lebih meningkatkan kadar iman kita kepada Allah SWT. Bersabarlah, sesungguhnya sabar itu indah dan tak berujung.

Disiplin

Apa pandangan Anda ketika melihat orang yang disiplin? Tentunya, orang yang disiplin akan sangat dihormati oleh semua orang. Apalagi, jika orang tersebut disiplin dalam waktu, aturan, dan tanggung jawab. Ciri orang yang disiplin adalah memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Ramadan adalah momen yang tepat untuk melatih kedisiplinan. Mulailah kedisiplinan dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.

Jujur

Jujur. Kata yang mudah diucapkan, tapi sulit dipraktikkan. Kejujuran itu mahal, tapi berbuah kebenaran. Sebaliknya, kebohongan melahirkan kebohongan-kebohongan lainnya. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan, kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.” (HR. Bukhari)

Saling Memaafkan

Tausiyah singkat mengenai "pribadi pemaaf" ini merupakan muara dan pamungkas dari empat seri sebelumnya, yaitu peduli, sabar, disiplin, dan jujur. Dengan memiliki kelima kepribadian tersebut, niscaya kita digolongkan sebagai orang yang bertakwa sebagaimana Allah berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 133-134).

Bersyukur

Banyak anak-anak yang kuat melaksanakan shaum, tapi tidak sedikit yang sudah dewasa merasa berat ibadah shaum. Kenapa begitu? Ini solusinya: kuatkan niat, latihan dan pembiasan,bersyukur bahwa berpuasa adalah nikmat yang luar biasa dari Allah SWT.


Rangkuman Tausyiah dari: 

Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. (Ketua Yayasan Darul Hikam Bandung)

Comments

    No Comments

Add Comment

Profile

... Darul Hikam Integrated School is established to give the enlightment (tanweer) through Tarbiyah (education) and ...

Subscribe

Video

Recent Events

No recent event